Keabadian hukum Allah

Hukum

By: Firmansyah Sarim

Seribu empat ratus tahun yang lalu, Allah menurunkan aturan hidup untuk manusia, dengan tujuan agar manusia tidak tersesat, agar manusia bisa mendapatkan kebahagiaan hidup dan terhindar dari kesengasaraan baik di dunia maupun setelahnya. Aturan-aturan Allah tersebut ialah Al-Qur’anul karim.

Aturan yang terdapat di dalamnya, tidak akan lapuk oleh waktu dan tidak pula lekang oleh zaman, dia berlaku selama-lamanya.

Sebagai contoh; berapa banyak orang yang menyukai minuman keras, berapa banyak orang yang menyenangi berjudi, berapa banyak pula orang yang suka berzina, dan berapa banyakpun orang yang menyukai pamer aurat. Jika al-Qur’an mengatakan haram, maka haramalah hukumnya, meskipun manusia sejagat raya menentang untuk membolehkannya.

Sebaliknya apapun yang dikatan al-Qur’an baik sampai kapanpun dia hal tersebut akan tetap baik meski seluruh dunia membenci perbuatan baik itu.

Contohnya; berapa banyak orang yang membenci menggunakkan jilbab dengan alasan bermacam-macam, tetapi karena itu adalah anjuran al-Qur’an, maka sampai kapanpun dia tetap merupakan kebaikan. Berapa banyak orang yang tidak setuju dengan hukum rajam untuk penzina, tetapi hukum itu tidak akan hilang dari islam hanya karena semua orang tidak menyetujuinya. Bahkan Allah akan menghukum mereka karena penolakannya, dan Allah akan mengecap orang seperti itu dengan sebutan fasik, seperti yang tercantum dalam surat Al-Maidah ayat 47

“barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.”

Sekali lagi.. bahwa jika sesuatu telah diputuskan Allah maka dia akan abadi sampai jagat raya ini dihancurkannya.

Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang mencintai hukum-hukum Allah.

Hadanallah wa iyyakum ilaa shirotil mustakim

 

Artikel lain:

Kurma nabi

Beli kurma ajwa

 

Jual Kurma Ajwa © 2013